Unit Sobat Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari Luncurkan Pembangunan Infrastruktur Senilai Rp 47 Miliar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Sobat Kampus, resmi meluncurkan program pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus yang ambisius pada Rabu, 9 April 2026. Proyek berskala besar ini bernilai Rp 47 miliar dan dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern, nyaman, dan mendukung pengembangan akademik serta non-akademik mahasiswa.
Peluncuran resmi dilakukan di halaman utama Unit Sobat Kampus yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 114, Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara yang dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan perwakilan media massa lokal ini menandai dimulainya era baru bagi institusi pendidikan tersebut dalam upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana akademik.
Latar Belakang dan Urgensi Pembangunan
Unit Sobat Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan salah satu unit akademik terkemuka yang menawarkan berbagai program studi di bidang pendidikan, teknik, ekonomi, dan ilmu sosial. Sejak didirikan pada tahun 2008, unit ini telah berkembang pesat dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 3.500 orang saat ini.
Namun, pertumbuhan pesat tersebut juga membawa tantangan tersendiri. Fasilitas yang ada saat ini mulai menunjukkan keterbatasan dalam menampung kebutuhan akademik mahasiswa. Ruang kelas yang sempit, ruang praktikum yang belum optimal, perpustakaan dengan koleksi terbatas, dan fasilitas olahraga yang kurang memadai menjadi beberapa permasalahan yang dihadapi.
Berdasarkan hasil survei kepuasan mahasiswa yang dilakukan pada tahun 2025, sebanyak 78 persen mahasiswa menyatakan bahwa infrastruktur kampus perlu ditingkatkan. Survei tersebut menjadi salah satu pemicu utama dalam pengambilan keputusan pimpinan universitas untuk menjalankan program pembangunan infrastruktur komprehensif ini.
“Kami menyadari bahwa investasi pada infrastruktur kampus adalah investasi untuk masa depan pendidikan di Kendari. Mahasiswa kami adalah aset terbesar, dan mereka berhak mendapatkan lingkungan belajar yang prima,” ungkap Prof. Dr. H. Muhammad Darwis, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sesi pembukaan acara peluncuran.
Rincian Proyek Pembangunan
Program pembangunan infrastruktur yang telah dirancang oleh tim arsitektur terkemuka dari Jakarta ini mencakup beberapa komponen utama yang akan dieksekusi dalam dua fase. Fase pertama, yang akan dimulai pada Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026, meliputi:
Pertama, pembangunan gedung pusat pembelajaran (learning center) berlantai lima dengan luas 8.500 meter persegi. Gedung ini akan dilengkapi dengan 32 ruang kelas modern berstandar internasional, lengkap dengan sistem audio-visual dan infrastruktur teknologi informasi terkini. Setiap ruang kelas akan dirancang dengan prinsip ergonomis untuk kenyamanan optimal mahasiswa.
Kedua, renovasi dan ekspansi perpustakaan universitas menjadi smart library dengan konsep modern. Fasilitas baru ini akan memiliki kapasitas penyimpanan 150.000 koleksi buku, area reading dengan konsep cozy dan inspiratif, serta laboratorium digital untuk akses jurnal dan database penelitian internasional.
Ketiga, pembangunan gedung laboratorium terpadu untuk mendukung program studi teknik dan sains. Gedung berlantai empat ini akan mencakup laboratorium fisika, kimia, biologi, teknik mesin, teknik elektro, dan teknik informatika. Investasi khusus diberikan untuk peralatan laboratorium berstandar dunia senilai Rp 8 miliar.
Keempat, pengembangan pusat fasilitas olahraga dan rekreasi yang mencakup lapangan futsal indoor, gymnasium modern, kolam renang semi-Olympic berukuran 50 x 25 meter, dan studio yoga-fitness. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengembangan prestasi mahasiswa di bidang olahraga dan menjaga kesehatan fisik seluruh civitas akademika.
Fase kedua, yang akan dilaksanakan pada tahun 2027, akan mencakup pembangunan student center, cafeteria modern, asrama mahasiswa dengan kapasitas 500 orang, serta landscaping dan penghijauan kampus yang komprehensif.
Ir. Bambang Sutrisno, Direktur Unit Sobat Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan detail teknis proyek dalam konferensi pers yang diselenggarakan usai acara peluncuran.
“Seluruh bangunan akan menggunakan konsep green building dan ramah lingkungan. Kami mengintegrasikan panel surya untuk efisiensi energi, sistem pengolahan air limbah yang modern, serta desain arsitektur yang mempertimbangkan mitigasi bencana alam mengingat Kendari adalah daerah dengan risiko gempa dan banjir,” jelas Ir. Bambang Sutrisno dengan detail yang mengesankan.
Pendanaan dan Sumber Dana
Proyek pembangunan sebesar Rp 47 miliar ini didukung dari berbagai sumber pendanaan yang telah disusun dengan matang. Sebesar Rp 25 miliar berasal dari dana operasional universitas yang telah dialokasikan khusus dalam RAPB tahun 2026-2027. Rp 15 miliar bersumber dari kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program peningkatan sarana pendidikan tinggi. Sementara Rp 7 miliar sisanya berasal dari donasi alumni dan corporate social responsibility dari beberapa perusahaan besar yang beroperasi di Sulawesi Tenggara.
Pimpinan universitas juga menekankan komitmen terhadap transparansi pengelolaan dana. “Seluruh penggunaan dana akan diaudit secara berkala oleh badan pengawas independen dan akan dilaporkan secara transparan kepada stakeholder,” ujar Prof. Dr. H. Muhammad Darwis.
Dampak Positif yang Diharapkan
Para pengambil kebijakan kampus menaruh harapan besar terhadap dampak positif yang akan dihasilkan dari proyek infrastruktur ini. Dari sisi akademik, kehadiran fasilitas-fasilitas modern diperkirakan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian. Mahasiswa akan memiliki akses lebih baik terhadap sumber belajar dan peralatan praktikum yang lebih lengkap dan canggih.
Dari sisi kompetensi lulusan, diharapkan bahwa lingkungan akademik yang lebih kondusif akan mendorong mahasiswa untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan soft skills. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan daya saing lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari di pasar kerja nasional dan internasional.
“Infrastruktur yang baik adalah fondasi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kami percaya bahwa dengan fasilitas-fasilitas baru ini, prestasi akademik mahasiswa kami akan meningkat signifikan,” kata Dr. H. Adi Sucipto, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga.
Dari sisi dampak sosial-ekonomi, proyek pembangunan ini juga diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja sementara bagi sekitar 450 tenaga kerja lokal selama masa konstruksi. Setelah selesai, fasilitas-fasilitas baru ini juga akan membuka peluang bagi masyarakat Kendari untuk memanfaatkan beberapa fasilitas kampus yang bersifat publik, seperti kolam renang dan fasilitas olahraga lainnya.
Dari sisi pertumbuhan institusi, kehadiran infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kampus bagi calon mahasiswa. Proyeksi pertumbuhan jumlah mahasiswa diestimasi mencapai 4.500 orang dalam tiga tahun ke depan, yang pada akhirnya akan memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Sulawesi Tenggara.
Keberlanjutan dan Visi Jangka Panjang
Program pembangunan infrastruktur ini juga merupakan bagian dari visi jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas berbasis riset dan inovasi pada tahun 2030. Pimpinan universitas menekankan bahwa investasi pada infrastruktur bukan hanya tentang bangunan fisik semata, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem akademik yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Infrastruktur yang baik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen maupun tenaga pendukung akademik. Oleh karena itu, kami juga telah merencanakan program peningkatan kapasitas SDM yang komprehensif,” ungkap Prof. Dr. H. Muhammad Darwis dalam kesempatan terpisah.
Program keberlanjutan ini juga mencakup pelatihan khusus bagi staf dan dosen tentang penggunaan dan pemeliharaan fasilitas-fasilitas baru yang modern. Selain itu, universitas juga akan membentuk unit manajemen khusus untuk memastikan bahwa semua fasilitas baru dapat dioperasionalkan secara efektif dan efisien dalam jangka panjang.
Penutup
Peluncuran program pembangunan infrastruktur senilai Rp 47 miliar oleh Unit Sobat Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari menandai komitmen serius institusi pendidikan ini terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kendari. Dengan fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik, mahasiswa akan memiliki lingkungan belajar yang lebih kondusif untuk mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mereka.
Proyek ambisius ini juga menunjukkan kepemimpinan yang visioner dari pimpinan universitas yang tidak hanya peduli terhadap pertumbuhan kuantitatif institusi, tetapi juga terhadap peningkatan kualitas berkelanjutan. Ke depannya, diharapkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menjadi pusat pembelajaran berkualitas yang mampu menghasilkan lulusan kompeten dan berkarakter yang siap bersaing di era global.
Target penyelesaian fase pertama pada akhir 2026 memberikan harapan baru bagi seluruh mahasiswa Unit Sobat Kampus untuk segera merasakan manfaat dari fasilitas-fasilitas baru ini dalam proses pembelajaran mereka. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, program pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kendari.
—
Berita ini telah disiapkan oleh redaksi pada 9 April 2026