KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Sebuah tim mahasiswa dari Unit Sobat Kampus berhasil meraih posisi juara pertama dalam ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senin (17/4/2026).
Pencapaian luar biasa ini membuktikan bahwa keunggulan akademik dan inovasi tidak hanya terjadi di kampus-kampus besar di Jawa, melainkan juga di universitas-universitas yang tersebar di seluruh nusantara, termasuk Kendari, Sulawesi Tenggara.
Tim pemenang yang terdiri dari empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil mengalahkan 247 tim kompetitor dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia dengan inovasi mereka yang berjudul “AquaHealth Monitor: Sistem Monitoring Kualitas Air Berbasis IoT untuk Budidaya Perikanan Berkelanjutan”. Proyek mereka dirancang khusus untuk mengatasi tantangan dalam industri perikanan modern, sekaligus memberikan solusi praktis bagi para petani ikan di Indonesia.
Awal Mula Ide Brilian
Perjalanan tim menuju kemenangan nasional dimulai dari pengamatan sederhana terhadap permasalahan lokal di Kendari dan sekitarnya. Sebagai kota pesisir yang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, Kendari menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat meningkatkan produktivitas sektor tersebut.
Muhammadi Pratama, ketua tim dan mahasiswa semester enam Jurusan Teknik Informatika, menjelaskan bahwa ide awal muncul ketika mereka melakukan riset lapangan di beberapa tambak ikan milik masyarakat lokal. “Kami menemukan bahwa mayoritas petani ikan masih menggunakan metode konvensional dalam memantau kualitas air. Mereka harus turun langsung ke tambak berkali-kali setiap harinya untuk mengecek kondisi air. Padahal, jika ada perubahan drastis pada pH, suhu, atau kandungan oksigen terlarut, ikan bisa mati dalam hitungan jam,” ujar Pratama ketika diwawancarai di ruang Unit Sobat Kampus, Rabu (19/4/2026).
Dari pengamatan tersebut, tim yang juga terdiri dari Siti Nurhaliza (Teknik Elektro), Ahmad Ridho Syahlevi (Bisnis Digital), dan Nur Aida Mahmudan (Teknik Industri) ini mulai mengembangkan konsep sistem monitoring otomatis yang dapat memberikan informasi real-time kepada petani ikan melalui perangkat mobile mereka.
Proses Pengembangan dan Inovasi
Pengembangan AquaHealth Monitor memakan waktu kurang lebih delapan bulan, melibatkan riset mendalam tentang sensor IoT, pemrograman aplikasi mobile, dan aspek bisnis. Para mahasiswa ini tidak hanya bekerja sendirian, melainkan mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing mereka.
Dr. Bambang Irawan, S.T., M.T., dosen pembimbing proyek sekaligus Kepala Lab Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari, mengatakan bahwa tim ini menunjukkan dedikasi yang sangat tinggi dalam mengembangkan inovasi mereka. “Mereka rutin datang ke lab hingga larut malam, bereksperimen dengan berbagai jenis sensor, dan melakukan testing berkali-kali di lapangan. Komitmen seperti ini yang membedakan mereka dari tim lain,” ungkap Dr. Irawan dengan penuh bangga.
Sistem AquaHealth Monitor yang mereka kembangkan dilengkapi dengan sensor canggih yang dapat mengukur parameter kualitas air seperti pH, suhu, kandungan oksigen terlarut, turbiditas, dan amonia. Semua data yang dikumpulkan akan ditransmisikan secara real-time ke aplikasi mobile dan dashboard web yang user-friendly. Petani ikan dapat mengakses informasi ini kapan saja dan di mana saja, bahkan ketika mereka sedang berada jauh dari tambak mereka.
Fitur unggulan lainnya adalah sistem alert otomatis yang akan mengirimkan notifikasi push kepada petani jika ada indikasi perubahan abnormal dalam parameter kualitas air. Dengan demikian, petani dapat segera mengambil tindakan preventif sebelum situasi menjadi kritis dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan.
“Kami juga merancang sistem ini agar terjangkau bagi petani ikan skala menengah ke bawah. Harga hardware dan subscription aplikasi dirancang dengan model yang berkelanjutan, sehingga investasi mereka dapat kembali dalam waktu yang relatif singkat,” tambah Ahmad Ridho Syahlevi, anggota tim yang menangani aspek bisnis dan analisis pasar.
Penghargaan dan Pengakuan Nasional
Pencapaian tim Universitas Muhammadiyah Kendari mendapat pengakuan besar dari penyelenggara KITN 2026. Selain mendapatkan gelar juara, tim ini juga memperoleh hadiah uang tunai sebesar 150 juta rupiah, sertifikat resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka di berbagai forum internasional.
Pemenang kedua dan ketiga masing-masing adalah tim dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, yang menunjukkan tingginya kualitas kompetisi tahun ini. Namun, juri melihat bahwa inovasi dari Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki nilai tambah yang signifikan dalam hal aplikabilitas praktis, keberlanjutan lingkungan, dan potensi dampak sosial ekonomi bagi komunitas lokal.
Prof. Dr. Anwar Mochtar, M.E., Ketua Juri KITN 2026 dan Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada, memberikan apresiasi khusus kepada tim pemenang. “Apa yang kami lihat dari inovasi AquaHealth Monitor adalah semangat untuk solving real problem. Tim ini tidak hanya membuat teknologi canggih, tetapi juga memahami konteks sosial dan ekonomi komunitas yang mereka layani. Inilah yang membuat inovasi ini memiliki value proposition yang kuat dan sustainable,” katanya dalam pengumuman resmi KITN 2026 yang disiarkan langsung melalui platform digital nasional.
Dukungan Penuh dari Universitas
Pencapaian luar biasa ini tentunya tidak terlepas dari dukungan penuh institusi Universitas Muhammadiyah Kendari. Prof. Dr. H. Andi Muh. Amin Syukur, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyatakan bahwa prestasi mahasiswa ini merupakan hasil dari ekosistem akademik yang terus dikembangkan di kampus.
“Kami bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa kami. Ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovator dan intelektual muda yang dapat berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Prof. Amin dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat, Kamis (18/4/2026).
Lebih lanjut, Prof. Amin menjelaskan bahwa universitas telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penelitian dan pengembangan inovasi mahasiswa dalam tiga tahun terakhir. Unit Sobat Kampus, yang menjadi pusat inkubasi inovasi mahasiswa, telah memberikan akses laboratorium lengkap, bimbingan dosen, dan dukungan administratif yang memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide brilian mereka.
“Kami percaya bahwa tugas universitas bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendorong kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship. Dengan fasilitas dan program yang kami sediakan di Unit Sobat Kampus, kami harap dapat menghasilkan lebih banyak lagi inovator muda dari Kendari yang dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Drs. H. Mardi Wijaya, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Mahasiswa, turut memberikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kesuksesan ini. “Ini adalah momentum yang sangat baik bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan standar kualitas akademik dan inovasi. Kami akan terus memberikan dukungan maksimal kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi seperti tim ini,” ujarnya.
Dampak dan Rencana Selanjutnya
Kemenangan di KITN 2026 membuka peluang besar bagi tim untuk mengkomersialkan inovasi mereka. Beberapa perusahaan teknologi dan investor telah menunjukkan minat untuk berkolaborasi atau mendanai pengembangan produk AquaHealth Monitor lebih lanjut.
Siti Nurhaliza, anggota tim yang menangani aspek teknis hardware, mengungkapkan bahwa mereka sedang dalam proses mendiskusikan rencana produktifikasi dengan pihak ketiga. “Kami berharap bahwa dalam enam bulan ke depan, AquaHealth Monitor sudah bisa diproduksi dalam skala komersial dan dapat diakses oleh petani ikan di berbagai wilayah Indonesia. Kendari akan menjadi pilot project pertama kami,” katanya penuh optimisme.
Sementara itu, Nur Aida Mahmudan menambahkan bahwa tim juga berencana untuk memperluas fitur produk mereka dengan menambahkan modul untuk monitoring parameter lain seperti kandungan nutrisi air, prediksi penyakit ikan berbasis AI, dan sistem supply chain management untuk membantu petani memasarkan produk mereka.
Inspirasi untuk Mahasiswa Lain
Prestasi yang diraih oleh tim Universitas Muhammadiyah Kendari ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk turut berinovasi dan berprestasi. Di kampus, cerita kesuksesan mereka telah menyebar luas dan memotivasi banyak mahasiswa untuk mulai mengembangkan ide-ide mereka sendiri.
Kepala Unit Sobat Kampus, Ir. Sulthani, M.T., mengatakan bahwa jumlah mahasiswa yang mengajukan proposal untuk program inkubasi inovasi telah meningkat signifikan setelah pengumuman kemenangan tim ini. “Mahasiswa lain melihat bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, mereka bisa meraih prestasi setinggi itu. Ini menciptakan efek positif dalam ekosistem inovasi kami,” ucapnya.
Kesimpulan
Pencapaian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam KITN 2026 merupakan bukti nyata bahwa inovasi dan prestasi tingkat nasional bukan monopoli kampus-kampus besar. Dengan komitmen yang kuat, dukungan institusi yang memadai, dan semangat entrepreneurship yang tinggi, mahasiswa dari universitas di daerah juga dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
AquaHealth Monitor yang dikembangkan tim ini bukan hanya sekadar produk teknologi canggih, melainkan solusi nyata yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani ikan Indonesia. Dengan harga yang terjangkau dan fitur yang user-friendly, produk ini berpotensi menjadi game-changer dalam industri perikanan nasional.
Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus mendorong dan mendukung mahasiswa-mahasiswanya untuk terus berinovasi dan berprestasi. Kesuksesan kali ini baru permulaan, dan diharapkan dapat menjadi awal dari serangkaian prestasi gemilang lainnya yang akan mengangkat nama baik universitas dan kota Kendari di tingkat nasional dan internasional.
Selamat kepada tim AquaHealth Monitor atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Semoga inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi petani ikan Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi inovator muda lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
—
Berita ini ditulis berdasarkan konferensi pers Universitas Muhammadiyah Kendari dan pengumuman resmi Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.