KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mencetak prestasi gemilang melalui Unit Sobat Kampus. Tiga mahasiswa asal institusi ini berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Robotika Asia Tenggara (KRAT) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi pengembangan ekosistem inovasi dan teknologi di perguruan tinggi swasta Sulawesi Tenggara tersebut.
Delegasi mahasiswa yang terdiri dari Arif Wijaya (22 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin), Siti Nurhaliza (21 tahun, Program Studi Teknik Elektro), dan Muhammad Rizki Pratama (23 tahun, Program Studi Teknik Informatika) membawa robot bernama “Kendari Innovator X1” ke kompetisi bergengsi tingkat regional. Kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 45 tim dari 12 negara Asia Tenggara ini menghadirkan berbagai tantangan teknis yang membutuhkan inovasi dan kerja sama tim yang solid.
“Kami sangat bangga dapat mewakili Universitas Muhammadiyah Kendari dan khususnya Unit Sobat Kampus di panggung internasional. Perjalanan kami dimulai dari riset mendalam tentang kebutuhan industri lokal, terutama di sektor pertanian dan peternakan,” ungkap Arif Wijaya ketika dihubungi redaksi melalui telepon dari Bangkok pada Jumat sore (11 April 2026).
Persiapan Matang dan Dedikasi Tinggi
Perjalanan menuju podium tertinggi kompetisi internasional ini dimulai sejak September 2025. Unit Sobat Kampus UNMUH Kendari, yang merupakan wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang teknologi dan inovasi, menyelenggarakan seleksi internal yang ketat. Dari 23 peserta yang mendaftar, hanya tiga mahasiswa yang lolos dan dipilih untuk membentuk tim inti dalam mengembangkan robot kompetisi.
Tim ini kemudian didampingi oleh empat orang dosen pembimbing dari Fakultas Teknik dan Fakultas Sains dan Teknologi UNMUH Kendari. Mereka adalah Dr. Bambang Suryanto, M.T., Dr. Siti Rahayuningsih, M.Eng., Ir. Ahmad Prasetyo, M.T., dan Drs. Hendra Gunawan, M.Sc. Bimbingan intensif dilakukan selama lima bulan dengan fokus pada desain mekanik, sistem kontrol elektrik, dan pengembangan algoritma pemrograman.
“Dedikasi tim ini luar biasa. Mereka rela meninggalkan aktivitas lain untuk fokus pada pengembangan robot. Bahkan ada saat mereka bekerja hingga tengah malam di laboratorium. Komitmen seperti ini yang membuat saya yakin mereka akan berhasil,” tutur Dr. Bambang Suryanto, salah satu pembimbing, ketika disinggahi di kantor Fakultas Teknik pada Senin (14 April 2026).
Investasi yang dikeluarkan UNMUH Kendari untuk mendukung persiapan tim mencapai angka 150 juta rupiah. Anggaran tersebut digunakan untuk pembelian material komponen robot, alat perkakas, perangkat lunak desain, dan biaya akomodasi persiapan tim di lab kampus. Dukungan finansial ini menjadi bukti nyata komitmen universitas terhadap pengembangan potensi mahasiswa di bidang teknologi dan inovasi.
Inovasi Robotika untuk Solusi Lokal
Konsep robot yang dikembangkan tim Kendari Innovator X1 bukan sekadar produk kompetisi semata. Arif Wijaya menjelaskan bahwa desain robot ini terinspirasi dari permasalahan nyata yang dihadapi petani dan peternak di Sulawesi Tenggara. Robot ini dirancang untuk dapat melakukan tugas pemantauan kesehatan tanaman dan hewan ternak secara otomatis menggunakan teknologi sensor dan kecerdasan buatan.
“Kami melihat bahwa sektor pertanian di Kendari dan sekitarnya masih menggunakan metode tradisional. Teknologi drone dan robot untuk monitoring pertanian masih sangat mahal. Oleh karena itu, kami membuat robot yang affordable namun sophisticated dalam hal fitur dan fungsinya,” jelas Siti Nurhaliza dalam wawancara virtual melalui Zoom pada Selasa (15 April 2026).
Spesifikasi teknis robot Kendari Innovator X1 mencakup sistem navigasi autonomous berbasis GPS dan LiDAR, kamera termal untuk pendeteksian kesehatan tanaman, sensor kelembaban dan suhu tanah, serta aplikasi mobile untuk monitoring real-time. Keseluruhan sistem diintegrasikan dengan platform cloud computing sehingga petani dapat mengakses data dari mana saja melalui smartphone mereka.
Dalam kompetisi KRAT 2026, robot ini dinilai berdasarkan beberapa kriteria: efisiensi energi, akurasi penyelesaian tugas, inovasi desain, presentasi teknis, dan keberlanjutan lingkungan. Kendari Innovator X1 berhasil melampaui ekspektasi dalam setiap kategori, khususnya dalam aspek inovasi dan aplikasi praktis untuk kehidupan masyarakat.
Pengakuan dari Pimpinan Universitas
Pencapaian mahasiswa Unit Sobat Kampus ini mendapat sambutan luar biasa dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor UNMUH Kendari, Prof. Dr. H. Bahruddin S.E., M.M., menyatakan kebanggaannya sekaligus mengingatkan pentingnya momentum ini untuk pengembangan lebih lanjut.
“Prestasi emas di tingkat internasional ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Mahasiswa-mahasiswa kami tidak kalah dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di Jakarta, Surabaya, atau Bandung. Yang membedakan adalah konsistensi dan fokus dalam mengembangkan keahlian,” kata Prof. Bahruddin dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi pada Rabu (16 April 2026).
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa universitas akan terus mendukung pengembangan Unit Sobat Kampus dengan alokasi dana yang lebih besar untuk tahun akademik 2026-2027. Selain itu, UNMUH Kendari juga akan membuka program beasiswa prestasi khusus untuk mahasiswa yang aktif dalam organisasi atau kompetisi tingkat nasional dan internasional.
“Kami juga akan mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan untuk mendaftarkan Kendari Innovator X1 sebagai one of the finest innovation dalam program matching fund untuk PTNBH. Harapannya, inovasi ini bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi produk yang siap pasar,” tambah Prof. Bahruddin.
Respon Positif dari Industri dan Akademisi
Capaian tim Kendari ini juga menarik perhatian industri dan komunitas akademisi regional. Beberapa perusahaan teknologi dan pertanian telah menghubungi universitas untuk menjalin kolaborasi terkait pengembangan lebih lanjut dari Kendari Innovator X1.
Dr. Irwan Saputra, Ph.D., Kepala Laboratorium Penelitian dan Pengembangan dari PT Teknologi Agro Sulawesi, salah satu perusahaan yang berminat, mengatakan bahwa robot ini memiliki potensi komersial yang sangat besar.
“Kami melihat bahwa robot ini bukan hanya sekedar proyek akademik, melainkan solusi nyata untuk permasalahan pertanian modern. Jika dikembangkan dengan baik, produk ini bisa menjadi game-changer di industri agritech Indonesia, terutama di kawasan Sulawesi Tenggara,” ungkap Dr. Irwan dalam surat elektronik yang dikirimkan pada Kamis (17 April 2026).
Sementara itu, forum akademisi regional seperti Asosiasi Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara (APTSTE) telah mengirimkan surat ucapan selamat kepada UNMUH Kendari. Dalam suratnya, APTSTE mengapresiasi kontribusi universitas dalam meningkatkan citra pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara di tingkat regional dan internasional.
Dampak terhadap Ekosistem Kampus
Prestasi ini telah memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem kampus UNMUH Kendari. Minat mahasiswa untuk bergabung dengan Unit Sobat Kampus meningkat drastis setelah pengumuman kemenangan. Data dari Sekretariat Unit Sobat Kampus menunjukkan bahwa dalam satu minggu setelah pengumuman hasil kompetisi, ada 87 pendaftar baru yang ingin menjadi anggota unit tersebut, jauh melampaui rata-rata 15-20 pendaftar per bulan di periode sebelumnya.
“Momentum ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki semangat yang tinggi untuk berinovasi dan berprestasi. Tugas kami sekarang adalah menjaga momentum ini dengan terus memberikan fasilitas, bimbingan, dan dukungan finansial yang memadai,” kata M. Fadli Ihsan, Koordinator Unit Sobat Kampus UNMUH Kendari.
Unit Sobat Kampus juga telah merencanakan beberapa inisiatif baru untuk tahun akademik mendatang. Pertama, akan dibentuk tiga kelompok minat baru: Robotics Club, Artificial Intelligence Research Group, dan Innovation Startup Hub. Kedua, akan diselenggarakan Workshop dan Pelatihan Robotika terbuka untuk umum dengan mengundang para ahli dari universitas terkemuka. Ketiga, akan diinisiasi Program Mentoring dari tim Kendari Innovator X1 kepada mahasiswa baru yang tertarik dengan bidang robotika dan inovasi teknologi.
Aspirasi Masa Depan dan Pesan Inspiratif
Ketiga mahasiswa yang meraih medali emas ini juga memiliki aspirasi besar untuk masa depan mereka. Arif Wijaya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Teknik Mesin dengan fokus pada robotika dan otomasi pertanian. Siti Nurhaliza bermimpi mendirikan startup teknologi pertanian yang dapat memberikan dampak positif bagi petani lokal. Sementara itu, Muhammad Rizki Pratama ingin menjadi research engineer di perusahaan teknologi multinasional dengan tetap berkontribusi pada pengembangan inovasi lokal.
“Prestasi ini baru awal. Kami masih punya banyak ide dan visi untuk mengembangkan teknologi robotika di Indonesia, khususnya untuk mengatasi tantangan di sektor pertanian dan peternakan. Kami ingin membuktikan bahwa inovasi terbaik tidak hanya datang dari kota-kota besar, tetapi juga bisa lahir dari daerah seperti Kendari,” tutur Muhammad Rizki Pratama dengan antusiasme tinggi.
Para pembimbing dosen juga mengungkapkan harapan mereka agar pencapaian ini dapat diikuti oleh generasi mahasiswa berikutnya. Dr. Siti Rahayuningsih menekankan pentingnya budaya research and development yang kuat di kampus.
“Kami ingin melihat kompetisi internasional bukan hanya sekali kali menjadi mimpi, melainkan menjadi bagian dari kultur akademik UNMUH Kendari. Semua ini membutuhkan dukungan sistemik, infrastruktur yang memadai, dan tentu saja mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi,” papar Dr. Siti Rahayuningsih.
Penutup
Raihan medali emas di Kompetisi Robotika Asia Tenggara 2026 oleh mahasiswa Unit Sobat Kampus UNMUH Kendari merupakan bukti nyata bahwa potensi unggul tidak hanya terdapat di perguruan tinggi besar di Jawa, melainkan juga tersebar di berbagai daerah Indonesia. Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, bimbingan yang konsisten, dan semangat yang tinggi, mahasiswa dari universitas di daerah dapat bersaing secara global.
Bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, pencapaian ini merupakan momentum penting untuk memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi teknologi di Indonesia Timur. Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas, UNMUH Kendari telah membuktikan bahwa visi dan misinya bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang menghasilkan lulusan-lulusan berkompeten.
Ke depannya, diharapkan bahwa kesuksesan ini dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Tenggara untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi global, tetapi juga produsen solusi inovasi yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan regional dan nasional.
—
Catatan Redaksi: Arif Wijaya, Siti Nurhaliza, dan Muhammad Rizki Pratama akan menghadiri acara selamat datang mereka di UNMUH Kendari pada Sabtu (19 April 2026), pukul 14:00 WIT di Auditorium Utama Kampus.