Kendari – Dalam upaya mengembangkan potensi mahasiswa di bidang seni dan olahraga, Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Sobat Kampus menyelenggarakan Festival Seni dan Olahraga 2026 yang meriah dan penuh semangat. Acara bergengsi ini berlangsung pada 15 April 2026 di lapangan olahraga utama kampus dan gedung serbaguna Universitas Muhammadiyah Kendari dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai program studi.
Festival yang berlangsung selama dua hari ini menampilkan beragam cabang olahraga tradisional dan modern, serta pertunjukan seni budaya yang mencerminkan kekayaan warisan nusantara. Antusiasme mahasiswa terlihat sejak pagi hari ketika ribuan peserta, penonton, dan panitia memenuhi seluruh area penyelenggaraan acara. Kehadiran pejabat kampus, dosen pembimbing, dan tamu undangan lainnya semakin meriah dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa ini.
Latar Belakang dan Filosofi Acara
Unit Sobat Kampus, sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, telah membangun reputasi solid dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler berkualitas. Menurut catatan administratif unit ini, festival yang digelar kali ini merupakan edisi ketiga sejak program ini diluncurkan tiga tahun lalu. Filosofi dari penyelenggaraan festival seni dan olahraga ini adalah menciptakan ekosistem kampus yang sehat, dinamis, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang akademik mereka.
“Kami percaya bahwa pengembangan karakter mahasiswa tidak hanya terjadi di ruang kelas akademik, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan seni dan olahraga. Festival ini dirancang sebagai platform bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi tersembunyi mereka sambil membangun solidaritas antarfakultas,” ungkap Ibu Dr. Siti Rahma Wijaya, Kepala Unit Sobat Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sesi wawancara eksklusif pada 14 April 2026.
Ibu Siti Rahma menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berjiwa seni, mandiri, dan memiliki daya kompetitif global. Melalui festival ini, mahasiswa dituntut untuk menunjukkan kreativitas, disiplin, kerja sama tim, dan semangat sportivitas.
Rangkaian Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Aspek olahraga dalam festival ini mencakup berbagai cabang yang dirancang untuk mengakomodasi keragaman minat mahasiswa. Cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola voli, badminton, tenis meja, basket, catur, e-sports, dan cabang olahraga tradisional Sulawesi Tenggara seperti permainan layangan dan pencak silat.
Kompetisi sepak bola, sebagai salah satu cabang unggulan, menampilkan 16 tim yang mewakili setiap fakultas dan unit organisasi mahasiswa. Pertandingan dimulai dengan pertandingan pembukaan antara Tim Rektorat melawan Tim Mahasiswa Berprestasi yang menghasilkan skor 3-3 yang sangat seru dan menghibur penonton. Suasana lapangan dipenuhi sorak-sorai penonton yang membawa bendera fakulstas mereka masing-masing, menciptakan atmosfer yang meriah dan penuh keakraban.
“Kami berharap kompetisi olahraga ini dapat menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya mahir dalam akademik, tetapi juga memiliki kemampuan atletik yang kompetitif. Semangat yang ditampilkan oleh para peserta luar biasa, dan saya yakin ini akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang,” mengatakan Bapak Drs. Ahmad Hidayat, M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Adapun cabang e-sports yang menjadi tambahan menarik dalam festival ini menampilkan game populer seperti Mobile Legends dan Dota 2. Kompetisi e-sports menarik lebih dari 200 peserta pendaftar, menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap olahraga digital semakin meningkat. Para peserta berkompetisi di ruang gaming khusus yang dilengkapi dengan peralatan high-end dan sistem broadcasting langsung yang memungkinkan seluruh mahasiswa mengikuti pertandingan melalui proyeksi besar di berbagai sudut kampus.
Pertunjukan Seni dan Budaya yang Memukau
Tidak kalah menarik dari aspek olahraga, rangkaian seni dan budaya dalam festival ini menampilkan kekayaan talenta mahasiswa di bidang seni pertunjukan, seni rupa, dan seni tradisional. Panggung utama di gedung serbaguna kampus menjadi ajang pemamerkan bakat yang spektakuler, dengan pertunjukan dimulai pada pukul 15.00 WITA setiap hari.
Pertunjukan dibuka dengan tarian tradisional Sulawesi Tenggara yang memukau mata penonton. Mahasiswa dari Program Studi Seni Tari menampilkan “Tari Zapin Kendari” dengan kostum yang autentik dan gerakan yang sempurna. Penampilan ini mendapat sambutan hangat dengan tepukan tangan dan siulan penonton yang menggemakan seluruh gedung.
Setelah pembukaan dengan tari tradisional, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan modern yang tidak kalah menarik. Paduan suara mahasiswa menampilkan lagu-lagu kontemporer yang dipadukan dengan irama tradisional lokal. Kolaborasi musisi berbakat dari berbagai program studi menghasilkan harmoni yang indah dan berkesan. Seorang peserta, Mahasiswi Musik Pendidikan bernama Nur Azizah dari semester 6, menceritakan pengalamannya berpartisipasi dalam festival ini.
“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari festival yang luar biasa ini. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan passion saya di bidang musik kepada seluruh komunitas kampus. Persiapan kami memakan waktu tiga bulan dengan latihan intensif setiap hari, tetapi semua kerja keras ini terasa bermakna ketika melihat reaksi positif dari penonton,” ujar Nur Azizah dengan antusiasme tinggi.
Selain pertunjukan musik dan tari, festival ini juga menampilkan pameran seni rupa yang menghadirkan karya-karya lukis, patung, dan instalasi seni dari mahasiswa Program Studi Seni Rupa. Galeri temporer yang dibangun khusus untuk festival ini menampilkan lebih dari 50 karya seni original yang mencerminkan berbagai tema mulai dari ekspresi diri, isu sosial, hingga keindahan alam Sulawesi Tenggara.
Drama-drama pendek hasil karya mahasiswa juga ditampilkan di panggung dengan tema-tema menarik yang menyentuh hati penonton. Salah satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu adalah monolog “Suara Mahasiswa” yang mengangkat isu-isu sosial dan kampanye hidup sehat di kalangan mahasiswa. Pertunjukan ini menghasilkan tepukan tangan meriah dan mendapat pujian dari dosen pembimbing serta para ahli seni yang hadir sebagai juri.
Pernyataan Pejabat Kampus dan Apresiasi Institusi
Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival ini terlihat dari kehadiran langsung pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Zainal Arifin, M.M., hadir pada acara pembukaan untuk memberikan dukungan moral dan menginspirasi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi mereka.
“Festival Seni dan Olahraga yang diselenggarakan Unit Sobat Kampus ini merupakan wujud nyata dari komitmen universitas untuk mengembangkan mahasiswa secara holistik. Saya melihat semangat, kreativitas, dan dedikasi yang luar biasa dari seluruh mahasiswa yang terlibat. Ini adalah aset berharga bagi universitas dan bangsa kita. Saya mendorong untuk terus meningkatkan kualitas festival ini dan menjadikannya ajang kompetisi tingkat nasional di masa depan,” jelas Prof. Zainal dalam pidato pembukaan yang mendapat sorotan tinggi.
Adapun Dekan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Dr. H. Syamsudin Sahabuddin, S.Pd., M.Pd., yang hadir mendampingi mahasiswa dari fakultasnya mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti ini memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan soft skills mereka.
“Kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan kerja sama tim adalah keterampilan yang tidak bisa diajarkan hanya di dalam kelas. Festival seperti ini memberikan pengalaman praktik langsung yang berharga bagi mahasiswa. Saya bangga melihat mahasiswa fakultas kami tampil dengan percaya diri dan profesional. Ini akan membuat mereka siap menghadapi tantangan di dunia kerja nantinya,” tambah Dr. Syamsudin dengan nada puas.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Partisipasi masif mahasiswa dalam festival ini menunjukkan tingkat engagement yang sangat tinggi. Data dari panitia penyelenggaraan menunjukkan bahwa lebih dari 800 mahasiswa secara aktif terlibat baik sebagai peserta, panitia, maupun pendukung. Jumlah ini mencerminkan bahwa program Unit Sobat Kampus berhasil menjangkau mayoritas mahasiswa aktif di universitas.
Psikolog pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Ibu Dra. Sri Mulyani, Ph.D., menilai kegiatan seperti festival ini sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan perkembangan kepribadian mahasiswa. “Keterlibatan dalam kegiatan seni dan olahraga terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan self-esteem, mengurangi stres akademik, dan membangun sense of belonging yang kuat dalam komunitas kampus. Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler juga menunjukkan tingkat retensi dan kepuasan akademik yang lebih tinggi,” ungkap Ibu Sri Mulyani dalam konsultasi yang diadakan sebelum festival dimulai.
Selain itu, festival ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan dan manajemen proyek. Melalui peran mereka sebagai panitia, mahasiswa belajar merencanakan acara skala besar, mengelola anggaran, mengkoordinasikan tim, dan mengatasi berbagai tantangan operasional yang mungkin timbul.
Kehadiran Tamu Undangan dan Media
Festival ini juga menarik perhatian berbagai pihak di luar lingkungan kampus. Beberapa tokoh masyarakat, pejabat pemerintah lokal, dan media massa hadir untuk memberikan dukungan dan liputan. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Kendari, Bapak Irwan Gunadi, S.E., M.Si., hadir sebagai pembicara tamu yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif universitas dalam memajukan seni dan olahraga di kalangan generasi muda.
“Saya sangat terkesan dengan penyelenggaraan festival ini. Ini menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan talenta mahasiswa. Acara seperti ini juga dapat menjadi media promosi bagi potensi seni dan budaya lokal Sulawesi Tenggara kepada publik yang lebih luas,” kata Bapak Irwan Gunadi dalam sambutannya.
Liputan media lokal dan nasional yang hadir memberikan visibility yang signifikan terhadap acara ini. Beberapa portal berita online dan televisi daerah meliput festival tersebut, dengan fokus pada prestasi mahasiswa dan inovasi yang ditampilkan dalam penyelenggaraan acara.
Prestasi dan Pengakuan
Beberapa mahasiswa mencapai prestasi gemilang dalam festival ini. Tim sepak bola dari Fakultas Teknik berhasil meraih juara pertama dengan mengalahkan tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam pertandingan final yang berlangsung seru. Sementara itu, paduan suara dari Fakultas Hukum memenangkan kompetisi vokal grup dengan penampilan yang dramatis dan emosional.
Di bidang seni rupa, mahasiswa Program Studi Seni Rupa bernama Reza Pratama berhasil memenangkan kategori lukisan kontemporer dengan karya yang berjudul “Refleksi Identitas” yang menggambarkan perpaduan antara modernitas dan tradisi lokal. Karya Reza Pratama nantinya akan dipamerkan di galeri seni komunitas Kendari untuk memberikan pengakuan publik yang lebih luas.
Rencana Ke Depan dan Sustainability
Menanggapi kesuksesan festival ini, Unit Sobat Kampus telah merencanakan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan acara di masa depan. Ibu Siti Rahma Wijaya mengungkapkan bahwa tim sedang mempersiapkan proposal untuk menjadikan festival ini sebagai ajang kompetisi tingkat provinsi atau bahkan nasional.
“Kami bermimpi bahwa dalam tiga tahun ke depan, Festival Seni dan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari bisa menjadi salah satu ajang bergengsi di tingkat nasional. Untuk itu, kami terus melakukan inovasi, peningkatan kualitas peserta, dan penggalian sponsor yang lebih luas,” ungkap Ibu Siti Rahma dengan penuh optimisme.
Selain itu, unit ini juga berencana untuk membentuk klub-klub seni dan olahraga yang lebih terstruktur dengan pelatih profesional. Target kedepannya adalah menciptakan jalur karir mahasiswa di bidang seni dan olahraga, sehingga tidak hanya menjadi hobi tet